Tingkat Risiko Usaha dalam OSS RBA

Tingkat Risiko Usaha dalam OSS RBA

Indonesia memiliki pendekatan berbasis izin atau license based. Namun, baru-baru ini diubah menjadi berbasis risiko atau risk based. Hal itu dikarenakan telah diterbitkannya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Pengaturannya pun diatur secara secara lebih mendalam di dalam PP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. 

Izin yang diatur oleh PP Nomor 5 Tahun 2021 ini akan melibatkan usaha UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan/atau usaha besar. Bukan lagi dengan izin namun dengan basis risiko. Tingkat basis risiko akan dilakukan berdasarkan penetapan tingkat risiko dan peringkat skala kegiatan usaha. 

Izin untuk pelaku usaha akan didapatkan dengan penilaian tingkat potensi terjadinya cedera atau kerugian dari suatu kemungkinan dalam pelaksanaan usaha. Dapat dikatakan, perizinan berbasis risiko ini merupakan legalitas yang akan diperlukan oleh pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Mengenal OSS RBA 

Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) adalah perizinan berusaha yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan kegiatan usahanya yang dinilai berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha. Sebagaimana diatur dalam ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Ada 3 sektor usaha yang masuk dalam ruang lingkup OSS RBA. 

  1. Sektor usaha yang masuk dalam ruang lingkup OSS RBA 
  2. Penetapan tingkat risiko dan peringkat skala kegiatan usaha 
  3. Klasifikasi tingkat risiko OSS RBA. 

Baca Juga : Apa itu PKRT dan Apa Syarat Pendaftarannya

Sektor Usaha dalam ruang lingkup OSS RBA 

  1. Kelautan dan perikanan;
  2. Pertanian 
  3. Lingkungan hidup dan kehutanan;
  4. Energi dan sumber daya mineral;
  5. Ketenaganukliran;
  6. Perindustrian;
  7. Pekerjaan umum dan perumahan rakyat;
  8. Transportasi;
  9. Kesehatan, obat, dan makanan;
  10. Pendidikan dan kebudayaan;
  11. Pariwisata;
  12. Keagamaan;
  13. Pos, telekomunikasi, penyiaran, dan sistem dan transaksi elektronik;
  14. Pertahanan dan keamanan; dan 
  15. Ketenagakerjaan.

Tingkat Risiko Dalam OSS RBA 

Dalam suatu sistem pasti ada potensi bahaya, tingkat risiko dan peringkat skala dari usaha kegiatan yang dilakukan dalam hal ini adalah OSS RBA. Tingkat potensinya dapat diklasifikasikan menjadi sebagai berikut.

Risiko Rendah 

NIB atau Nomor Induk Berusaha akan menjadi identitas pelaku usaha dalam OSS RBA dan sebagai perizinan tunggal bagi UMKM. Pelaku usaha cukup mendaftarkan diri di sistem OSS RBA untuk mendapatkannya. Setelah mendapat NIB pelaku usaha dapat melaksanakan kegiatan usaha.

Baca Juga : Bingung Urus Izin Penyalur Alat Kesehatan (IPAK)? Ini Aturannya.

Risiko Menengah

Memerlukan NIB dan Sertifikat Standar. OSS RBA akan menerbitkannya bila pelaku usaha telah secara mandiri membuat pernyataan di dalam sistem OSS RBA. Kemudian hal tersebut akan memenuhi standar dan dapat melaksanakan seluruh standar pelaksanaan usaha. 

Risiko Menengah Tinggi 

Pemerintah baik pusat atau daerah akan melakukan verifikasi pemenuhan pemenuhan Standar Pelaksanaan Kegiatan Usaha. Nanti pemerintah pusat maupun daerah akan bekerja sama dengan pihak ketiga yang terakreditasi dalam pelaksanaan verifikasi. Namun, sama halnya dengan tingkat risiko yang sebelumnya tetap dibutuhkan NIB dan Sertifikat standar.

Risiko Tinggi 

Di tingkat ini pelaku usaha dalam menjalankan usahanya akan membutuhkan NIB dan Izin. Dimana isin yang dimaksud adalah persetujuan pemerintah atas operasional dan komersial kegiatan usaha yang persetujuan ini akan diterbitkan setelah pelaku usaha memenuhi semua syarat untuk melaksanakan kegiatan usaha.

Peran dan Fungsi dari Konsultan Hukum, Notaris, Akuntan, dan Penilai dalam Kegiatan Pasar Modal Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Perjanjian Jual - Beli