HARUSKAH PENYETORAN MODAL PERSEROAN TERBATAS (PT) DALAM BENTUK UANG?

HARUSKAH PENYETORAN MODAL PERSEROAN TERBATAS (PT) DALAM BENTUK UANG?

SobatLegal pernahkan kalian bertanya-tanya tentang bolehkah kita menyetor modal ke kas Perseroan Terbatas (PT) dalam bentuk selain uang? Bagaimanapun, kalian pasti tahu betapa modal adalah bagian yang teramat penting bagi suatu badan usaha atau bisnis. Melalui modal, operasinal perusahaan dan bisnis dapat berjalan dengan semestinya. Namun, bagaimana jika kalian menyetorkan modal dalam bentuk selain uang, bolehkah?

Jawabannya, boleh.

Kita tahu bahwa modal dasar dalam PT terbagi seluruhnya dalam bentuk lembar saham. Nah, dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) Pasal 34 Ayat 1, penyetoran atas modal saham dapat dilakukan dalam bentuk uang dan/atau dalam bentuk lainnya. Dari pasal tersebut, dapat kita tarik kesimpulan bahwa modal dapat disetor dalam bentuk selain uang, baik itu benda yang berwujud maupun tidak, yang tentu saja dapat dinilaikan dengan uang.

Jika kalian menyetorkan saham dalam bentuk di luar uang, kalian harus menyertakan rincian yang dapat menguraikan mulai dari harga atau nilai jenis, status, dan lainnya, sebagai bentuk kejelasan dalam penyetoran. Hal ini dikarenakan bagaimanapun perusahaan perlu tahu seperti apa modal (selain uang) yang kita setorkan. 

Setelah itu, modal selain uang yang kita setorkan dinilai berdasarkan nilai wajar—sesuai harga pasar—atau ahli yang tidak terafiliasi dengan PT. Maksud dari orang atau ahli yang tidak terafiliasi dengan perseroan adalah tidak memiliki: 

  1. hubungan keluarga karena perkawinan atau keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal dengan pegawai, anggota Direksi, Dewan Komisaris, atau pemegang saham dari Perseroan;
  2. hubungan dengan Perseroan karena adanya kesamaan satu atau lebih anggota Direksi atau Dewan Komisaris;
  3. hubungan pengendalian dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung; dan/atau
  4. saham dalam Perseroan sebesar 20% atau lebih. 

Namun, tidak hanya itu. Khusus untuk saham yang disetorkan dalam bentuk gedung, tanah atau benda tidak bergerak lainnya, dalam Pasal 34 Ayat 3 UUPT, disebutkan: harus diumumkan dalam 1 Surat Kabar atau lebih, dalam jangka waktu 14 hari setelah akta pendirian ditandatangani atau setelah RUPS memutuskan penyetoran saham tersebut. Nah, pengumuman itu diharuskan supaya penyetoran diketahui oleh umum dan pihak berkepentingan. Hal tersebut bertujuan agar ada kesempatan untuk mengajukan keberatan bila ada.  

Lalu, bagaimana dengan keahlian. Apakah keahlian dapat disetor menjadi modal PT?

Pasal 34 UUPT memungkinkan penyetoran modal dalam PT dalam bentuk uang dan/atau bentuk lainnya. Memang frasa bentuk lainnya tidak dijelaskan secara rinci. Namun, dalam Pasal 9 Ayat 2 UUPT disebutkan bahwa “Saham tanpa nilai nominal tidak dapat dikeluarkan.” 

Apabila keahlian kalian setor sebagai bentuk modal PT, akan amat sulit mengukur nilai dan sulit untuk memenuhi syarat penyetoran modal. Selain itu, dalam praktiknya, hal tersebut malah akan menyulitkan kita dalam proses administrasi PT.

Barangkali jika suatu hari ada metode untuk menghitung nilai nominal (uang) suatu keahlian barulah hal tersebut dapat dijadikan modal, dengan tetap melihat anggaran dasar PT apakah menerima atau tidak setoran modal berbentuk keahlian. Namun, sejauh ini, hal itu masih sulit dilakukan. 

Begitulah SobatLegal aturan terkait penyetoran modal perseroan dalam bentuk selain uang. Kalian bisa dapat info menarik lainnya seputar hukum dan legalitas dengan mengikuti kami di @legal2us atau melalui laman www.legal2us.com.

Kontributor: Zaim Yunus

PENGGABUNGAN KOPERASI, BISAKAH? BOLEHKAH BADAN HUKUM MENDIRIKAN YAYASAN?