Peran dan Fungsi dari Konsultan Hukum, Notaris, Akuntan, dan Penilai dalam Kegiatan Pasar Modal

Peran dan Fungsi dari Konsultan Hukum, Notaris, Akuntan, dan Penilai dalam Kegiatan Pasar Modal

Konsultan Hukum 

Dilansir oleh Kompasiana, peran Konsultan Hukum bagi sektor keuangan ini sangatlah penting. Peran dari Konsultan Hukum dalam memberikan dimensi keterbukaan, keadilan, ketertiban serta kepastian hukum sangatlah dibutuhkan dalam Pasar Modal. 

Secara umum, peran Konsultan Hukum dalam Pasar Modal adalah membantu membereskan segala aspek hukum suatu perusahaan yang akan go publik, dengan jalan memberikan nasehat dan pendapat yang diperlukan oleh emiten, juga pendapatnya tentang emiten sendiri yang dimuat dalam prospektus yang diterbitkan dalam rangka emisi. 

Kemudian setelah ada emiten, dibuatlah legal audit atau pemeriksaan hukum dan legal opinion atau pendapat hukum. 

Legal audit akan dipakai oleh Konsultan Hukum Pasar Modal sebagai landasan untuk membuat legal opinion. Dimana legal opinion harus ada dan dimuat dalam prospektus yang dibuat oleh Emiten.

Kewajiban-kewajiban pun ada yang harus dilakukan oleh Konsultan Hukum, Berada di Pasal 17 POJK Nomor 66 Tahun 2017. 

Diantaranya adalah menaati kode etik, bersikap independen, objektif dan profesional, mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan, menyampaikan kepada OJK laporan berkala kegiatan Konsultan Hukum, melaporkan kepada Otoritas Jasa

Keuangan setiap perubahan data dan informasi Konsultan Hukum dan/atau KKH disertai dengan dokumen pendukung.

Notaris 

Peran dari Notaris sendiri adalah sebagai pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik dan terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). Pasal 15 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris (UUJN) menjelaskan Notaris berwenang membuat Akta autentik mengenai semua perbuatan, perjanjian, dan penetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan dan/atau yang dikehendaki oleh yang berkepentingan untuk dinyatakan dalam Akta autentik, menjamin kepastian tanggal pembuatan Akta, menyimpan Akta, memberikan grosse, salinan dan kutipan Akta, semuanya itu sepanjang pembuatan Akta itu tidak juga ditugaskan atau dikecualikan kepada pejabat lain atau orang lain yang ditetapkan oleh undang-undang. 

Dalam pengaturan POJK Nomor 67 Tahun 2017 disebutkan dalam Pasal 1 Angka (1) notaris yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sebagai profesi penunjang pasar modal untuk membuat akta autentik yang dipersyaratkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. 

Dilansir Bizlaw, Peran Notaris dalam Pasar Modal diperlukan terutama dalam hubungannya dengan penyusunan Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) pihak atau pelaku pasar modal seperti emiten, perusahaan publik, perusahaan efek serta kontrak-kontrak penting seperti Kontrak Investasi Kolektif (KIK), kontrak penjaminan emisi atau akta penting seperti Akta Pembubaran Dan Likuidasi Reksa Dana.

Akuntan

Dilansir oleh Kompasiana, untuk mengetahui tingkat resiko haruslah memilih informasi yang  tepat, terpercaya dan relevan bagi investor untuk mengetahui posisi keuangan, hasil usaha dan perkembangan perusahaan tersebut. Agar memperoleh informasi yang tepat dan relevan itu, disinilah akuntan berperan guna memberikan gambaran yang transparan dan terpercaya. 

Untuk menciptakan suatu data yang baik dalam laporan keuangan perusahaan, maka dibutuhkan profesi penunjangan yang independen dalam memberikan opini terhadap kewajaran laporan keuangan yang akan diberikan kepada publik. 

Profesi penunjang tersebut adalah akuntan publik. Bapepam memberikan penugasan untuk melakukan pemeriksaan terhadap Perusahaan Efek yang menjadi Anggota Bursa Efek. Penugasan tersebut dapat pula diberikan kepada Akuntan atau Pihak lain untuk melakukan pemeriksaan dalam kasus tertentu di mana jasa Akuntan atau Pihak lain yang bersangkutan diperlukan. 

Penilai 

Penilai adalah orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan penilaian di pasar modal. Penilaian di lingkungan Pasar Modal diatur dalam Pasal 64 ayat 1 huruf c UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Pasal 56 ayat 1 huruf c PP No. 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Pasar Modal dimana Penilai merupakan salah satu profesi penunjang Pasar Modal yang bertugas melakukan penilaian secara objektif dan wajar atas asset perusahaan dan wajib terdaftar di Bapepam

Ruang Lingkup Kegiatan Penilaian di Pasar Modal

Dalam melakukan Penilaian di bidang Pasar Modal, Penilai dapat melakukan kegiatan sebagai berikut (Pasal 3 POJK Nomor 68 Tahun 2017:

Kegiatan penilaian properti, antara lain:
  1. Penilaian real properti;
  2. Penilaian personal properti;
  3. Penilaian aset pertambangani;
  4. Penilaian pembangunan/pengembangan proyek;
  5. Penilaian pengembangan properti;
  6. Penilaian aset perkebunan;
  7. Penilaian aset perikanan;
  8. Penilaian aset kehutanan; dan
  9. Penilaian properti lainnya. 
Kegiatan Penilaian bisnis
  1. penilaian perusahaan dan atau badan usaha;
  2. penilaian penyertaan dalam perusahaan;
  3. Penilaian instrumen keuangan
  4. penilaian aset tak berwujud;
  5. pemberian pendapat kewajaran atas transaksi;
  6. penyusunan studi kelayakan proyek dan usaha; dan
  7. penilaian keuntungan/kerugian ekonomis yang diakibatkan oleh suatu kegiatan atau suatu peristiwa tertentu; dan 
  8. Penilaian bisnis lainnya 

Penilai yang dapat melakukan kegiatan Penilai Usaha hanyalah Penilai yang memperoleh STTD B atau STTD AB

Berbagai Hal yang Harus Diketahui tentang Investor Tingkat Risiko Usaha dalam OSS RBA