YAYASAN DAN PERKUMPULAN, SAMA GAK SIH?

YAYASAN DAN PERKUMPULAN, SAMA GAK SIH?

Meskipun sama-sama berbentuk badan hukum, Yayasan dan perkumpulan memiliki karakteristik yang berbeda. Sebelum mendirikan badan hukum, pastikan untuk memahami sifat, bentuk, visi, misi, dan tujuan dari setiap badan hukum. Apa saja perbedaan antara Yayasan dan perkumpulan, yuk simak perbedaannya disini!

 

PENGERTIAN DAN DEFINISI

Menurut pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan,

“Yayasan adalah badan hukum yang terdiri  atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, yang tidak mempunyai anggota.”

Menurut Pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 tahun 2016 tentang tata cara Pengajuan Permohonan Pengesahan Badan Hukum dan Persetujuan Perubahan Anggaran dasar Perkumpulan,

“Perkumpulan adalah kumpulan orang didirikan untuk mewujudkan kesamaan maksud dan tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan dan tidak membagikan keuntungan kepada anggotanya.”

Yayasan dan Perkumpulan memiliki banyak persamaan, seperti maksud dan tujuan yang diatur dalam hukum bergerak di bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan. Yayasan dan perkumpulan juga memiliki organ yang dikenal dengan nama Pembina, Pengurus dan Pengawas.

Perbedaan keduanya terletak pada pendirian yayasan tidak berbasis anggota, artinya dapat didirikan oleh 1 (satu) orang saja sebagai pendiri, sementara perkumpulan tidak berbasis anggota sehingga pendiriannya mensyaratkan adanya 2 (dua) orang lebih. Yayasan diperbolehkan untuk menjadi pemegang saham dalam suatu perusahaan dengan batas maksimal 25 % (dua puluh lima persen) dari total kekayaan yang dimiliki yayasan, berbeda dengan yayasan, aturan mengenai kepemilikan saham dalam suatu perusahaan tidak diatur secara jelas dalam Perkumpulan.

Selain itu, perbedaan diantara keduanya adalah, yayasan bersifat non profitable atau tidak diperbolehkan untuk mengambil keuntungan untuk para anggotanya. Sedangkan perkumpulan tidak murni bersifat sosial seperti yayasan, sehingga tidak ada larangan secara khusus untuk membagikan keuntungan diantara para anggotanya.

KATEGORI DAN DASAR HUKUM

Yayasan memiliki 1 (satu) bentuk pendirian yang diatur, yakni harus berbadan hukum baik didirikan oleh Warga Negara Indonesia maupun oleh Warga Negara Asing. Berbeda dengan Yayasan, perkumpulan memiliki 2 (dua) bentuk pendirian yaitu dapat berbentuk badan hukum maupun tidak berbadan hukum.

Jika pendirian yayasan diatur dalam Undang-Undang Nomor. 16 Tahun 2001 juncto Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Yayasan, maka dasar hukum pendirian perkumpulan mengacu pada Staatsblad Nomor 64 Tahun 1870  tentang Perkumpulan-Perkumpulan Berbadan Hukum  dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Masyarakat (tidak berbadan hukum).

PROSEDUR LENGKAP PENDIRIAN YAYASAN DAN PERKUMPULAN

Prosedur pendirian Yayasan dan perkumpulan tidak memiliki perbedaan yang signifikan, keduanya harus dibuat dalam bentuk akta Notariil dan mengajukan permohonan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (untuk mendapatkan status badan hukum) yang diajukan melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH). Berikut prosedurnya :

Pendirian Yayasan. Ada 3 (tiga) tahapan penting dalam pendirian Yayasan yaitu sebagai berikut:

  1. Pembuatan dan penandatanganan akta oleh Notaris; dalam proses ini terdapat beberapa proses yaitu pemesanan nama, pembayaran, pengisian data dan format pendirian.
  2. Pengesahan badan status badan hukum Yayasan secara elektronik;
  3. Pengumuman melalui tambahan berita negara Republik Indonesia.

Pendirian Perkumpulan berbadan hukum. Secara garis besar, proses pendirian dan pengesahan perkumpulan berbadan hukum adalah sebagai berikut:

  1. Pengajuan nama perkumpulan;
  2. Pembuatan dan penandatanganan akta oleh Notaris;
  3. Pembayaran biaya permohonan pengesahan;
  4. Pengisian format pendirian beserta kelengkapan pernyataan secara elektronik;
  5. Penerbitan permohonan pengesahan badan hukum.

Bingung memilih bentuk badan hukum mana yang paling tepat untuk perkumpulan anda? Konsultasikan saja di www.legal2us.com

Kontributor : Latifa Mustafida, S.H., M.Kn.

JENIS-JENIS KOPERASI YANG HARUS KAMU KETAHUI PERKUMPULAN BERBADAN HUKUM VS PERKUMPULAN TIDAK BERBADAN HUKUM